Perlukah Anda Minum Multivitamin?

Kesehatan2 months ago

⏱️ Bacaan: 7 menit, Editor: EZ.  

Multivitamin adalah suplemen yang menggabungkan berbagai vitamin dan mineral dalam satu tablet atau kapsul. Banyak orang mengonsumsinya setiap hari dengan harapan menjaga kesehatan, melengkapi pola makan, atau mencegah penyakit. Namun, apakah kebiasaan ini benar-benar diperlukan oleh semua orang?

Studi besar dari National Cancer Institute, yang dipublikasikan di JAMA Network Open pada 2024, menunjukkan bahwa konsumsi multivitamin harian oleh orang dewasa sehat tidak berkaitan dengan penurunan risiko kematian. Temuan ini memicu pertanyaan penting: kapan multivitamin benar-benar bermanfaat, dan kapan cukup mengandalkan pola makan saja?

Artikel ini tidak hanya menjelaskan kapan multivitamin bisa bermanfaat, tapi juga membantu Anda mengenali kapan suplemen justru tidak diperlukan. Kita akan membahas siapa yang kemungkinan besar mendapat manfaat, siapa yang perlu berhati-hati, apa saja isi multivitamin, dan bagaimana memilih produk yang aman. Tujuannya sederhana: membantu Anda membuat keputusan yang relevan dan masuk akal — berdasarkan kebutuhan pribadi, bukan sekadar ikut kebiasaan umum.


Bagian 1: Tidak Semua Orang Butuh Multivitamin

Pada Juni 2024, JAMA Network Open menerbitkan hasil studi besar yang dipimpin oleh para peneliti dari National Cancer Institute (NCI), bagian dari National Institutes of Health (NIH). Studi ini menganalisis data dari lebih dari 390000 orang dewasa sehat di Amerika Serikat yang diikuti selama lebih dari 20 tahun. Hasilnya: tidak ditemukan hubungan antara konsumsi multivitamin harian dan penurunan risiko kematian.

Pernyataan resmi dari NCI memperkuat temuan ini: “Bagi orang dewasa sehat, konsumsi multivitamin setiap hari tidak berkaitan dengan penurunan risiko kematian.” Temuan ini tidak berarti multivitamin tidak berguna sama sekali, tetapi menegaskan bahwa bagi populasi umum yang sehat dan bergizi baik, multivitamin bukanlah “asuransi hidup”.

Namun, manfaat tetap mungkin ada untuk kelompok tertentu — misalnya lansia dengan defisiensi vitamin B12, atau ibu hamil yang membutuhkan folat. Intinya: multivitamin bukan solusi universal, dan keputusan terbaik bergantung pada kebutuhan spesifik.


Bagian 2: Siapa yang sebaiknya mengonsumsi multivitamin?

Meskipun multivitamin tidak diperlukan untuk semua orang, ada kelompok yang manfaatnya jelas atau berisiko defisiensi sehingga suplementasi masuk akal. Di bawah ini alasan dan langkah praktis singkat untuk tiap kelompok.

  • Ibu hamil atau yang merencanakan kehamilan.
    • Mengapa: Asam folat 400 mikrogram per hari sebelum dan selama awal kehamilan mengurangi risiko cacat tabung saraf pada janin.
    • Yang perlu diperhatikan: Pilih suplemen prenatal yang memenuhi rekomendasi folat; hindari bentuk vitamin A (retinol) dengan dosis tinggi karena risiko pada janin.
  • Lansia.
    • Mengapa: Penuaan dapat menurunkan nafsu makan dan kemampuan penyerapan (misalnya vitamin B12). Beberapa studi menunjukkan perbaikan memori pada subkelompok lansia yang diberi suplementasi tertentu, namun bukti tidak konsisten untuk semua lansia.
    • Yang perlu diperhatikan: Periksa kadar vitamin B12 dan 25‑OH vitamin D; bila defisiensi, gunakan suplemen terarah.
  • Orang dengan pola makan terbatas atau diet khusus.
    • Mengapa: Vegan ketat, diet sangat selektif, atau intoleransi dapat menyebabkan kekurangan vitamin B12, zat besi, atau kalsium.
    • Yang perlu diperhatikan: Audit pola makan dan lakukan tes bila perlu; suplemen terarah (misalnya vitamin B12 untuk vegan) umumnya lebih efektif daripada multivitamin umum.
  • Orang dengan masalah penyerapan atau kondisi medis.
    • Mengapa: Penyakit celiac, gangguan pankreas, operasi pencernaan, atau obat‑obatan tertentu (misalnya metformin) bisa mengganggu penyerapan nutrisi.
    • Yang perlu diperhatikan: Tangani kondisi dasar; konsultasikan dengan spesialis gizi atau gastroenterologi untuk rekomendasi suplemen terarah.
  • Orang dengan pola hidup tidak konsisten (pekerja shift, pelancong).
    • Mengapa: Ketidakteraturan makan dapat menimbulkan celah nutrisi sementara.
    • Yang perlu diperhatikan: Perbaiki pola makan bila memungkinkan; gunakan multivitamin sebagai jembatan sementara, bukan solusi jangka panjang.

Bagian 3: Siapa yang sebaiknya tidak mengonsumsi atau harus sangat berhati‑hati?

Multivitamin bukan tanpa risiko. Berikut kelompok yang perlu lebih hati‑hati, plus tindakan pencegahan praktis.

  • Pengguna antikoagulan (misalnya warfarin/Coumadin).
    • Risiko: Vitamin K memengaruhi pembekuan darah; asupan vitamin K yang berubah‑ubah atau suplemen yang mengandung vitamin K dapat menurunkan efektivitas warfarin dan mengacaukan pengaturan dosis.
    • Mitigasi: Hindari memulai suplemen yang mengandung vitamin K tanpa berkonsultasi dokter; informasikan tim medis tentang setiap perubahan pola makan atau suplemen dan lakukan pemantauan INR bila diperlukan.
  • Pengguna obat tiroid (misalnya levothyroxine).
    • Risiko: Kalsium dan magnesium dapat mengurangi penyerapan levothyroxine bila diminum bersamaan.
    • Mitigasi: Minum levothyroxine sesuai instruksi (biasanya pagi hari dengan perut kosong); tunda suplemen kalsium/magnesium minimal 4 jam setelah obat; konsultasikan jadwal minum dengan dokter.
  • Penderita penyakit ginjal atau hati berat.
    • Risiko: Ginjal dan hati mengatur metabolisme nutrien; penyakit kronis meningkatkan risiko akumulasi vitamin/mineral — terutama vitamin larut lemak — dan toksisitas.
    • Mitigasi: Hindari suplemen dosis tinggi tanpa pengawasan medis; konsultasikan spesialis dan lakukan pemeriksaan fungsi organ.
  • Pengguna suplemen dosis tinggi tanpa pengawasan.
    • Risiko: Dosis berlebih beberapa nutrien (misalnya vitamin B6, vitamin A) dapat menimbulkan efek serius seperti neuropati atau gangguan hati.
    • Mitigasi: Patuhi batas atas konsumsi harian (UL); jangan gabungkan produk yang menyebabkan akumulasi melebihi UL tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
  • Pengguna produk dengan bahan herbal aktif.
    • Risiko: Banyak produk menambahkan herbal yang dapat berinteraksi dengan obat resep (misalnya St. John’s wort menurunkan efektivitas beberapa obat melalui induksi enzim hati).
    • Mitigasi: Hindari produk berisi herbal aktif jika Anda memakai obat resep yang rentan terhadap interaksi; selalu periksa label dan konsultasikan apoteker bila ragu.

Bagian 4: Apa saja yang ada di dalam multivitamin — dan mengapa komposisi penting

Memahami isi multivitamin membantu menilai manfaat dan risikonya. Berikut komponen umum dan poin pentingnya.

  • Vitamin larut air (vitamin B kompleks, vitamin C).
    • Karakteristik: Larut dalam air; kelebihan umumnya dieliminasi lewat urine.
    • Catatan: Relatif aman pada dosis normal; dosis ekstrem dapat menimbulkan efek samping tertentu (misalnya niasin menyebabkan flushing; vitamin B6 dosis tinggi terkait neuropati).
  • Vitamin larut lemak (vitamin A, D, E, K).
    • Karakteristik: Disimpan dalam jaringan lemak dan hati; rentan menumpuk.
    • Catatan: Hati‑hati dengan vitamin A pada wanita usia subur; pantau dosis vitamin D jika diberikan dalam jumlah besar karena risiko hiperkalsemia.
  • Mineral (zat besi, kalsium, magnesium, zinc, selenium).
    • Karakteristik: Esensial, namun beberapa memiliki jendela aman yang sempit.
    • Catatan: Zat besi tanpa indikasi defisiensi dapat menimbulkan efek samping; zinc berlebih mengganggu penyerapan tembaga; kalsium dapat memengaruhi penyerapan obat.
  • Bahan tambahan (herbal, enzim, ekstrak).
    • Karakteristik: Menambah klaim manfaat namun juga ketidakpastian.
    • Catatan: Periksa bukti dan potensi interaksi; bila ragu, hindari bahan ekstra yang tidak diperlukan.
Cara cermat membaca label
  • Periksa jumlah per sajian dan bandingkan dengan % AKG / % Daily Value; hindari nilai yang mendekati atau melebihi UL untuk vitamin larut lemak.
  • Perhatikan bentuk nutrien (contoh: methylcobalamin vs cyanocobalamin untuk vitamin B12).
  • Cari sertifikasi pihak ketiga (USP, NSF, Informed Choice) untuk mengurangi risiko label menyesatkan atau kontaminan.

Bagian 5: Memilih produk yang aman — checklist praktis

Jika Anda memutuskan membeli multivitamin, gunakan checklist ini:

  1. Cari sertifikasi pihak ketiga seperti USP, NSF, atau Informed Choice untuk memastikan kualitas dan akurasi label.
  1. Bandingkan dosis per sajian dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dan batas atas (UL). Hindari produk yang mendekati atau melebihi UL, terutama untuk vitamin larut lemak.
  1. Hindari produk dengan bahan herbal aktif — yaitu bahan tumbuhan yang memiliki efek biologis nyata, seperti ekstrak ginseng atau ginkgo biloba. Herbal aktif dapat berinteraksi dengan obat resep dan memengaruhi sistem tubuh secara langsung. Jika Anda sedang menjalani terapi medis, hindari produk dengan herbal aktif kecuali atas saran tenaga kesehatan.
  1. Perhatikan bentuk nutrien, misalnya methylcobalamin (lebih aktif) dibanding cyanocobalamin untuk vitamin B12.
  1. Simpan bukti pembelian dan nomor batch, untuk pelacakan jika terjadi efek samping atau penarikan produk.

Kesimpulan: Gunakan Bila Tepat, Bukan Sekadar Rutinitas

Multivitamin bukanlah kebutuhan harian bagi semua orang. Studi besar dari National Cancer Institute, yang dianalisis dalam JAMA Network Open (2024), menunjukkan bahwa konsumsi multivitamin rutin oleh orang dewasa sehat tidak berkaitan dengan penurunan risiko kematian. Temuan ini menegaskan bahwa multivitamin bukan “asuransi hidup”, melainkan alat yang hanya berguna bila digunakan secara terarah.

Bagi kelompok tertentu — seperti ibu hamil yang membutuhkan folat, lansia dengan risiko defisiensi vitamin B12 atau vitamin D, serta individu dengan pola makan terbatas atau gangguan penyerapan — suplementasi bisa bermanfaat. Namun, bagi mayoritas orang sehat dengan pola makan beragam, prioritas tetap pada makanan utuh dan gaya hidup seimbang.

Keputusan bijak dimulai dari audit pola makan, tinjauan obat, dan pemeriksaan laboratorium bila perlu. Jika Anda memilih untuk menggunakan multivitamin, pastikan produk bersertifikat, dosis sesuai, dan penggunaannya dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan. Multivitamin bisa membantu, tetapi hanya jika digunakan dengan alasan yang tepat — bukan sekadar rutinitas.


Disclaimer
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Isi artikel tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan dari tenaga kesehatan profesional. Keputusan terkait penggunaan multivitamin atau suplemen lain sebaiknya didasarkan pada konsultasi langsung dengan dokter, apoteker, atau ahli gizi yang memahami kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh.

Leave a reply


IKLAN
ROPINDO - Solusi Hemat Energi untuk Gedung

Solusi Hemat Energi untuk Gedung.
Sedang mencari sistem yang mudah, hemat biaya, hemat energi, ramah lingkungan, dan revolusioner?
Anda baru saja menemukannya: ROPINDO.
ROPINDO menghadirkan Building Energy Management Systems (BEMS) inovatif yang cocok untuk semua jenis bangunan - yang telah terbukti menurunkan biaya listrik secara signifikan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Kunjungi Website
Hubungi via WhatsApp


DUKUNG DUS

Dukung misi kami menghadirkan konten edukatif, reflektif, dan penuh semangat positif.
Anda bisa berdonasi langsung melalui tombol kontribusi Google di bawah ini.

DUKUNG DUS

Dukung misi kami menghadirkan konten edukatif, reflektif, dan penuh semangat positif.
Anda bisa berdonasi langsung melalui tombol kontribusi Google di bawah ini.

Tetap terinformasi dengan berita positif dan inspiratif.

Bersedia untuk menerima informasi dan berita dari DUS.ID melalui email. Untuk informasi lebih lanjut, silakan tinjau Kebijakan Privasi

DUS Channel
Search
RANDOM
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...